Minggu, 30 Maret 2014

Semen Perekat Bahan Bangunan




        Pembangunan di Indonesia dalam arti fisik seperti perumahan dan sarana yang lain, semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Disisi lain, pembangunan rumah tinggal dengan biaya yang murah merupakan program yang senantiasa diupayakan pemerintah dan didambakan oleh masyarakat pada saat ini.
Tentunya untuk membangun rumah yang kokoh dan kuat diperlukan bahan perekat sebagai campuran bahan bangunan yaitu semen.Semen merupakan bahan yang mempunyai sifat adhesif maupun kohesif berupa bahan pengikat. Semen terdiri dari dua macam yaitu semen hidraulis dan non hidraulis.
  1. Semen hidraulis adalah semen yang akan mengeras bisa bereaksi dengen air,tahan terhadap air (water resistance) dan stabil di dalam air setelah mengeras
  2. Sedangkan semen non-hidraulis adalah semen yang dapat mengeras tetapi tidak stabil dalam air.
     Dengan demikian semen hidraulis merupakan salah satu semen yang biasa dipakai dalam kontruksi bangunan berupa semen portland. Semen portland adalah semen hidraulis yang dihasilkan dengan cara menghaluskan klinker yang terdiri dari silikat-silikat kalsium yang bersifat hidraulis bersama bahan-bahan yang biasa digunakan yaitu gypsum.Semen Portland mempunyai 5 tipe yaitu diantaranya :
  1. Tipe I adalah semen portland untuk tujuan umum. Jenis ini paling banyak diproduksi karena digunakan untuk hampir semua jenis kontruksi.
  2. Tipe II adalah semen portland modifikasi, adalah tipe yang sifatnya setengah tipe IV dan setengah tipe V (mocerat).
  3. Tipe III adalah semen Portland dengan kekuatan awal tinggi. Kekuatan 28 hari umumnya dapat dicapai dalam 1 minggu. Semen jenis ini umum dipakai ketika acuan harus dibongkar secepat mungkin atau ketika struktur harus dapat cepat dipakai
  4. Tipe IV adalah semen Portland dengan panas hidrasi rendah, yang dipakai untuk kondisi di mana kecepatan dan jumlah panas yang timbul harus minimum. Misalnya pada bangunan masif seperti bendungan    gravitasi yang besar. Pertumbuhan kekuatannya lebih lambat daripada semen tipe I.
  5. Tipe V adalah semen porltand tahan sultfat, yang dipakai untuk menghadapi aksi sulfat yang ganas. Umumnya dipakai di daerah di mana tanah atau airnya memiliki kandungan sulfat yang tinggi.
Salah satu Semen Portland tipe I yang paling kokoh dan terpercaya adalah Semen Tiga Roda PCC (Portland Composite Cement) digunakan untuk bangunan-bangunan pada umumnya, sama dengan penggunaan Semen Portland tipe I dengan kuat tekan yang sama. PCC mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah selama proses pendinginan dibandingkan dengan Semen Portland tipe I, sehingga pengerjaannya akan lebih mudah dan menghasilkan permukaan beton atau plester yang lebih rapat dan lebih halus.
 Menurut SNI 15-7064-2004 “Portland Composite Cement”, PCC merupakan bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan bersama-sama terak semen Portland dan gips dengan satu atau lebih bahan anorganik atau hasil pencampuran antara bubuk semen Portland dengan bubuk bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (blast furnace slag), pozzolan, senyawa silikat dan batu kapur, dengan kadar total bahan anorganik 6 % sampai dengan 35 % dari massa semen portland komposit. Kegunaannya adalah untuk konstruksi umum, seperti pekerjaan beton, pasangan bata, selokan, jalan, pagar dinding dan pembuatan elemen khusus seperti beton pracetak, beton pratekan, panel beon, bata beton (paving block) dan sebagainya.

            Selain tipe PCC, Semen Tiga Roda mempunyai produk yang lain diantaranya :
  1. Portland Composite Cement (PCC)
  2. Ordinary Portland Cement (OPC) jenis I
  3. Ordinary Portland Cement (OPC) jenis II
  4. Ordinary Portland Cement (OPC) jenis V
  5. Semen Sumur Minyak / Oil Well Cement (OWC)
  6.  Semen Putih / White Cement
Semua produk Semen Tiga Roda merupakan produksi dari PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Yang telah mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI), Standar Amerika (ASTM) dan Standar Eropa (EN). Sehingga dengan jenis produk yang banyak dan sesuai standar Semen Tiga Roda merupakan pilihan terpercaya masayarakat Indonesia di masa kini bahkan di masa depan sebagai bahan bangunan rumah masa kini dan masa depan. Kenapa bahan bangunan di masa depan ? Karena tentunya di masa depan sumber daya bumi semakin menipis seperti hutan. Oleh karena itu dibutuhkan bahan bangunan alternatif untuk mengatasi masalah tersebut yaitu Semen Tiga Roda sebagai bahan material bangunan rumah yang ramah lingkungan. Selain semen tentunya bahan campuran untuk bahan bangunan yang lain seperti pasir,bata di masa depan haruslah ramah lingkungan dengan adanya bahan bangunan alternatif. Oleh karena itu dengan salah satu bahan bangunan yang sudah ramah lingkungan yaitu Semen Tiga Roda dapat menginspirasi inovasi untuk bahan bangunan alternatif lainnya di masa depan. Memang Semen Tiga Roda kokoh dan terpercaya sebagai perekat bahan bangunan masa kini dan masa depan.







Jumat, 08 November 2013

Sanitasi Untuk Kita Semua

Air adalah kebutuhan kita sehari-hari tanpa air mungkin apa yang akan terjadi dengan kita kekeringan,haus atau dehidrasi dan lain sebagainya. Di desa-desa mungkin sebagian orang masih menggunakan sungai atau kali sebagai tempat pembuangan akhirnya bahkan untuk mandi,mencuci hal tersebut pun tidak hanya terjadi di desa bahkan di ibukota kita tercinta Jakarta. Maka untuk mengantisipasi terjadinya hal seperti itu dibutuhkan kerjasama antara masyarakat dengan Kementrian PU khususnya. Begitu juga pembuangan tinja atau limbah rumah tangga yang baik dengan memiliki suatu sistem sanitasi. Sanitasi adalah sebuah siklus yang mengolah tinja dan urine manusia sebagai sumber daya, tinja berproses sampai terbebas dari mikroba patogenik, tinja yang telah tersanitasi disiklus ulang untuk keperluan masyarakat seperti biogas. Berikut ini beberapa manfaat dari sanitasi yaitu :
  1. Mengendalikan limbah cair agar tidak mencemari badan air atau lingkungan
  2. Memperbaiki kualitas air tanah, dan air permukaan
  3. Kesuburan tanah dengan pengolahan sistem ekosan (Ekologi Sanitasi)
  4. Dengan sanitasi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pemberdayaan masyarakat dengan dikelola sebaik mungkin untuk investasi kebutuhan masyarakat 
Oleh karena itu pentingnya sanitasi untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik. 


Gambar. 3D MCK yang diolah hasil pembuangannya kemudian dengan sanitasi

Untuk pembuatan sanitasi sendiri dibutuhkan beberapa langkah yang harus dilakukan ,berikut ini adalah  cara membangun sanitasi lingkungan berbasis masyarakat sebagai berikut :

  1. Bangun pondasi yang kuat

    Pondasi adalah penyokong utama atas beban bangunan, Ukuran dan jenis pondasi ditentukan oleh :    
  •         Jenis bangunan
  •         Beban bangunan
  •         Jenis Tanah
          Pondasi yang baik berbentuk trapesium (bagian bawah di-lebarkan) agar lebih kuat dalam menahan beban bangunan. 
       Jenis- jenis pondasi :
       
       Kriteria desain pondasi menurut pasangan yaitu

2.  Garis Batas dan Bouwplank
        
       Siku sangat penting dalam  pembangunan rumah. Bila tidak siku maka rumah atau bangunan tersebut akan miring. Siku yang berbentuk segitiga dapat kita gunakan dalam  mencari siku bangunan. Cara ini sangat sederhana dilakukan untuk membangun sebuah bangunan  yang sederhana. Angka yang tergambar masing-masing memiliki fungsi :
  •        Angka 60 cm, bisa kita gambarkan sebagai benang mati, berarti tidak bisa digeser. Kedua ujung benang tersebut dipakukan ke kedua sisis bouwplank kiri dan kanan.
  •        Angka 80 cm, bisa kita gambarkan sebagai benang hidup. Berarti bisa digeser hanya satu bagian ujung saja. Ujung benang yang tidak terpaku dapat digeser untuk mendapatkan siku dan angka 100 cm.
  •        Angka 80 cm, bisa kita gambarkan sebagai benang hidup. Berarti bisa digeser hanya satu bagian ujung saja. Ujung benang yang tidak terpaku dapat digeser untuk mendapatkan siku dan angka 100 cm.
3.  Galian Pondasi

  1.           Buang air, humus dan sisa galian tanah dari permukaan pondasi dan buat permukaan yang rata

                 2.    Lebar  galian sebaiknya minimal 200 cm. Kedalaman galian tergantung jenis tanah. Jika tanah lembek, galian perlu diperdalam untuk mendapatkan tanah yang keras



    4. Struktur Pondasi Ipal

             Dalam membuat pondasi menggunakan cor beton bertulang, sangat penting untuk membuat ipal sanitasi komunal menggunakan campuran beton bertulang 1:2:3 (1 semen: 2 pasir: 3 kerikil) dan untuk biodigester 1:1:2 (1 semen: 1 pasir: 2 kerikil) sehingga bangunan tersebut tidak bocor dan kedap udara.

               Untuk biodigester pasangan Batu bata mengunakan pasangan satu batu disusun dengan vertikal tidak saling menyentuh diberi spasi 2 cm dengan campuran spasi yaitu campuran 1 semen ,2 pasir untuk menghasilkan pasangan kedap udara.


        5. Sambungan kolom dan balok

    Bagi bangunan sederhana ikatan bata satu lantai, direkomendasikan penggunaan besi ulir berdiameter 10mm untuk tulangan utama pada kolom dan balok. Panjang overlap sebaiknya 40 kali diameter besi, atau 40 cm. Jika menggunakan besi polos, overlap dapat digandakan menjadi 80 kali diameter besi, atau menggunakan overlap 40 kali diameter besi ditambah kait pada ujungnya.

          Cara membengkokkan dan merangkai begel atau pengikat :

    •        Gunakan besi polos 8 mm untuk begel dan pengikat.
    •        Bengkokkan kait pada 135 derajat.
    •        Periksa posisi begel pada pembesian sudah tepat
    •        Rotasikan begel sehingga kait tidak berbaris pada jalur yang sama di pembesian
    •        Jarak maksimal antar begel sebaiknya 15 cm.
       6.  Pengecoran
         

     
    Gambar.Hasil pengecoran biodigister
          7. Pemasangan Bata
               

    Cara pemasangan batu bata yang bagus, di setiap pada spesi bata diisi mortar dengan penuh dan padat. Karena apabila terjadi keretakan tidak akan terjadi keretakan memanjang sepanjang arah vertikal sambungan spesi bata

    8.  Setelah semuanya dilaksanakan pembangunannya dengan baik dan lancar maka akan menghasilkan MCK yang disertai sanitasinya seperti berikut :




    MCK yang bersih dan baik dengan mengikuti langkah sepeti diatas banyak sekali manfaatnya untuk masyarakat dengan hasil limbah pembuangan dari MCK tersebut dapat langsung dimanfaatkan sebagai biogas dengan biodigister sebagai perantaranya bahkan masih banyak manfaatnya sesuai yang disebutkan diatas. Sesuai dengan tema IPTEK Jalan Keluar Permasalahan Bidang Pekerjaaan Umum ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi tercermarnya lingkungan sekitar dengan sanitasi tersebut di desa-desa bahkan di perkotaan. Dengan  perkembangan IPTEK yang semakin maju memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi begitu juga dengan artikel ini yang memuat bagaimana cara membuat sanitasi yang mengolah air limbah atau air pembuangan tinja yang bisa dibuat oleh masyarakat yang bekerja sama dengan Kementrian PU namun juga dapat dibuat oleh masyarakat secara bergotong royong yang manfaatnya sangatlah banyak. Kesadaran tidak hanya dari pemerintah melainkan perlunya kesadaran bersama antara masyarakat dengan pemerintah untuk menjadikan bangsa Indonesia kita tercinta ini semakin bersih dan asri.




    Rabu, 28 November 2012

    Apa itu Dependency dan Normalisasi?

    Functional Dependency atau biasa disebut dengan ketergantungan fungsional menggambarkan hubungan yang berkaitan antara atribut-atribut yang ada dalam relasi.

    Macam-macam functional dependency:
    1. Full functional dependency
      Menunjukkan jika terdapat atribut A dan B dalam suatu relasi, dimana :
      ◦ B memiliki ketergantungan fungsional secara penuh pada A.
      ◦ B bukan memiliki dependensi terhadap subset A. 
    2. Partially dependency
      Merupakan  ketergantungan  fungsional, di  mana  beberapa  atribut  dapat dihilangkan  dari  A  dengan ketergantungan tetap dipertahankan.
      ◦ B memiliki dependensi terhadap subset A 
    3. Transitive dependency
      Merupakan tipe functional dependency, yaitu kondisi dimana A, B, C adalah atribut sebuah relasi dimana A -> B dan B -> C,
      ◦ Maka C dikatakan sebagai transitive dependency terhadap A melalui B.

    Normalisasi

    Normalisasi  merupakan  suatu  proses  untuk 
    mendapatkan struktur tabel atau relasi yang efisien 
    dan bebas dari anomali, dan mengacu pada cara 
    data item dikelompokkan ke dalam struktur record. 
    Normalisasi  adalah  proses  pembentukan 
    struktur basis data sehingga sebagian besar 
    ambiguity bisa dihilangkan.

    Normalisasi digunakan untuk
    • mengoptimilisasi  struktur-struktur tabel 
    • Meningkatkan kecepatan 
    • Menghilangkan pemasukan data yang sama 
    • Lebih  efisien  dalam  penggunaan  media penyimpanan 

    Sabtu, 24 November 2012

    Aljabar Relasional dan Kalkulus Relasional


    Aljabar relasional merupakan kumpulan pengoperasian pada relasi yang dalam operasinya satu atau bahkan lebih dari satu relasi untuk menghasilkan relasi baru yang termasuk dalam kategori langkahnya yang tersedia beberapa perangkat operator dalam memanipulasi datanya.


    Terdapat  lima operasi dasar dalam aljabar relasional, yaitu:
    1.  Selection ( σ )
    2.  Projection ( π )
    3.  Cartesian – product ( X, juga disebut sebagai cross product )
    4.  Union ( ∪ )
    5.  Set – difference ( - )
    6.  Rename ( ρ )

    Operasi Aljabar relasional


    Misalnya pada data Dosen

    Dosen ={nid,nama_d,tempat_lhr,tgl_lahir,jkelamin,alamat,kota,kodepos,gpokok}
    Primary key relasi Dosen adalah nid, karena tidak ada seorang dosen yang nid (nomor
    induk dosen) sama dengan dosen yang lainnya.






    Selection / Select (σ ) adalah operasi penyeleksian tupel untuk mendapatkan suatu predikat dengan menggunakan operator  (<,>,>=,<=,=,#)  .  Beberapa 
    predikat dapat dikombinasikan menjadi predikat manjemuk menggunakan penghubung AND ( ∧ ) dan 
    OR ( ∨ ). 
    Contoh pengoperasiannya : 

    1.  Query :  Tampilkan daftar dosen yang tempat lahirnya di ‘Bekasi’. 
    2.  Aljabar relasional: 
            σtempat_lhr=’Bekasi’ (Dosen) 

    3.  Hasilnya adalah: 





    Kalkulus Relasional

    Pemakai    mendiskripsikan  informasi  yang  dikehendaki  tanpa  memberikan  prosedur  (deret 
    operasi) spesifik  untuk memperoleh informasi. Pada model relasional, bahasa formal non prosedural 
    adalah bahasa kalkulus (predikat( relasional yaitu diekspresikan dengan menspesifikasikan predikat 
    terhadap tuple atau domain yang harus dipenuhi. Kalkulus relasional dibagi menjadi 2 (dua) yaitu: 
    1.  Kalkulus relasional tupel (tuple relational calculus). 
    2.  Kalkulus relasional domain (domain relational calculus). 

    Senin, 22 Oktober 2012

    Transformasi Model Data


    Varian Entitas

    1. Entitas Kuat

      Merupakan entitas yang dihubungkan dengan ERD yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas yang lainnya.

    2. Entitas Lemah

      Merupakan entitas yang keberadaanya tergantung dari entitas yang lain dan tidak memiliki atribut yang digunakan sebagai key atribut.


      Contoh Entitas kuat dan lemah

    Agregasi

    Merupakan gambaran dari  himpunan  relasi secara langsung  terhubung ke  sebuah  himpunan entity dengan sebuah himpunan relasi pada ERD . Agregasi terbentuk dari relasi yang tidak hanya dari himpunan entity  yang terdapat pada unsur relasi yang lain.



    Contoh Agregasi :





    Transformasi Model Data ke Tabel (Basis Data Fisik)


    Pada atribut  yang  melekat  pada himpunan entitas dan relasi akan dinyatakan sebagai field dari tabel yang sesuai dan sebuah himpunan entitas akan diimplementasikan menjadi sebuah TABEL.
    Contoh:
    Tabel Mahasiswa
    1. Transformasi Dasar Relasi 1-1
      Relasi  dengan  derajat    Relasi  1-1  yang  menghubungkan  2  buah himpunan  entitas  yang  direpresentasikan  dalam  bentuk penambahan/penyertaan atribut-atribut relasi ke tabel yang mewakili salah satu dari kedua himpunan entitas.
    2. Transformasi Dasar Relasi 1-N

    3. Relasi  dengan  derajat  relasi  1-N  yang  menghubungkan  2  buah  himpunan 
    4. entitas,  juga akan  direpresentasikan  dalam  bentuk pemberian/pencantuman atribut  key  dari  himpunan  entitas  berderajat  1  ke  tabel  yang  mewakili himpunan entitas berderajat N. Atribut key dari himpunan entitas berderajat 1 menjadi atribut tambahan bagi himpunan entitas berderajat N.

  • Transformasi Dasar Relasi N-N

    Relasi  dengan  derajat  relasi  1-N  yang  menghubungkan  2  buah  himpunan entitas,  juga akan  direpresentasikan  dalam  bentuk pemberian/pencantuman atribut  key  dari  himpunan  entitas  berderajat  1  ke  tabel  yang  mewakili himpunan entitas berderajat N. Atribut key dari himpunan entitas berderajat 1 menjadi atribut tambahan bagi himpunan entitas berderajat N.




  • Implementasi Himpunan Entitas Lemah dengan sub Entitas

    Perbedaannya entitas lemah dengan himpunan entitas kuat, entitas lemah sudah dapat langsung menjadi sebuah tabel utuh/sempurna walaupun tanpa melihat hubungan relasinya dengan entitas yang lain.

    Contoh Transformasi dasar Rental VCD yang menjadi basis data fisik (tabel) :






    Tabel Rental VCD



    Senin, 01 Oktober 2012

    Model Data Relational (MDR)


    Postingan kali ini adalah model data relational. Apa itu Model data relational ? Model data Relational adalah kumpulan tabel dengan dimensi dua yang disusun oleh baris(tuple) dan kolom(atribut) pada suatu berkas basis data.


    Istilah-istilah pada Model Data Relational
    1. Relasi adalah sebuah tabel yang berisikan beberapa baris dan kolom.
    2. Atribut adalah kolom yang terdapat pada sebuah relasi.
    3. Tuple adalah  baris pada sebuah relasi yang saling berkaitan yang menginformasikan tentang suatu entitas.
    4. Domain adalah Seluruh nilai yang kemungkinan nilai diberikan pada suatu atribut.
    5. Degree adalah jumlah atribut dalam sebuah relasi.
    6. Cardinality adalah jumlah tuple dalam sebuah relasi.

    Relational key




    Latihan 1
     




    1. Super key adalah semua atribut yang ada pada relasi
      account-number,balance,branch-name,branch-city,assets,amount,loan-number,customer-city,customer-street,customer-name.
    2. Candidate Key 
      account-number,balance,customer-name,loan-number,amount,assets.
    3. Primary key
      account-number,branch-name,loan-number,customer-name.
    4. Alternative keybalance,amount.

    Latihan 2



    Tabel Siswa



    Tabel Guru



    Tabel Pelajaran



    Tabel keterhubungan


    Atribut Kunci
    1. Candidate Key
      nis,nama_sis,kelas,kd_mapel,nim,nam_guru,kd_mapel.
    2. Primary key
      nis,nim.
    3. Alternative key
      kd_mapel.


    ERD

             



              


     

    Copyright @ 2014 You Think Can You Will Can.

    Designed by Templateify & Sponsored By Twigplay